Rabu, 19 November 2025

Manfaat Aplikasi eHDW dalam Penanganan Stunting di Desa

 

Fasilitasi Input eHDW TW 2 Tahun 2025 di Aula Dinas PMD Kapuas Hulu


Digitalisasi pelayanan desa semakin berkembang dan menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia. Salah satu inovasi yang sangat berperan dalam percepatan pencegahan stunting adalah aplikasi eHDW (electronic Human Development Worker). Aplikasi ini memudahkan kader pembangunan manusia (KPM) dan pemerintah desa untuk mengumpulkan, memantau, dan memanfaatkan data layanan dasar secara lebih akurat.

Dengan integrasi data yang lengkap, eHDW memberikan manfaat besar bagi desa dalam penanganan stunting, pelaksanaan Rembuk Desa, penyusunan RKPDes, hingga pengelolaan Dana Desa. Berikut pembahasannya secara lengkap.

 

1. Manfaat eHDW dalam Penanganan Stunting

a. Pendataan keluarga berisiko stunting yang lebih akurat

Aplikasi eHDW merekam kondisi sasaran seperti ibu hamil, balita, sanitasi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Data real-time ini sangat penting untuk memetakan keluarga berisiko stunting secara cepat dan tepat.

b. Deteksi dini balita berisiko stunting

Dengan dashboard yang mudah dipantau, kader dapat melihat perkembangan berat badan, tinggi badan, dan status gizi balita. Sistem membantu mengidentifikasi gejala awal stunting sehingga intervensi bisa dilakukan lebih cepat.

c. Pemantauan intervensi gizi yang terintegrasi

Setiap layanan seperti imunisasi, pemberian vitamin, PMT, dan kunjungan posyandu tercatat dalam aplikasi. Ini memastikan tidak ada sasaran yang terlewat dan semua intervensi tercatat rapi.

d. Sumber data valid untuk kebijakan kesehatan desa

Data dari eHDW sangat membantu pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan pencegahan stunting berbasis bukti (evidence-based). Program dapat disesuaikan dengan pola masalah yang muncul di lapangan.

 

 2. Peran eHDW dalam Pelaksanaan Rembuk Desa Stunting

a. Menyediakan data dasar yang lengkap untuk diskusi

Rembuk Desa membutuhkan informasi konkret tentang jumlah balita stunting, penyebab, hingga lokasi keluarga paling berisiko. Aplikasi eHDW menjadi rujukan utama karena datanya valid dan terstruktur.

b. Mempermudah pemetaan masalah dan sasaran

Data eHDW membantu menyusun peta tematik seperti sebaran balita stunting, akses sanitasi buruk, hingga keluarga dengan ekonomi rentan. Hasilnya, intervensi desa menjadi lebih tepat sasaran.

c. Monitoring komitmen hasil Rembuk Desa

Setelah Rembuk Desa menetapkan program dan alokasi anggaran, eHDW bisa digunakan untuk memantau capaiannya. Desa dapat melihat progres secara berkala dan mengevaluasi hasilnya.

 

3. Manfaat eHDW dalam Penyusunan RKPDes

a. Penyusunan RKPDes berbasis data

RKPDes yang efektif harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Data eHDW menunjukkan kondisi kesehatan, gizi, sanitasi, dan layanan dasar, sehingga perencanaan dapat lebih akurat.

b. Menentukan prioritas pembangunan desa

Desa dapat melihat masalah yang paling mendesak—misalnya kekurangan sarana posyandu, sanitasi buruk, atau tingginya balita gizi kurang. Ini membantu menentukan program prioritas dalam RKPDes.

c. Evaluasi efektivitas program tahun sebelumnya

Karena eHDW menyimpan data historis, desa dapat menilai apakah intervensi tahun lalu efektif atau perlu diperbaiki. Proses evaluasi menjadi lebih mudah dan terukur.

 

 4. Manfaat eHDW dalam Pengelolaan Dana Desa

a. Perencanaan anggaran yang lebih tepat sasaran

Dana Desa wajib berpihak pada upaya pencegahan stunting. Data eHDW memberikan gambaran kebutuhan riil seperti perbaikan sanitasi, peningkatan gizi, pelatihan kader, atau penguatan layanan posyandu.

b. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anggaran

Dengan menunjukkan bahwa anggaran diambil berdasarkan data valid dari eHDW, pemerintah desa dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Desa.

c. Evaluasi dan pelaporan penggunaan Dana Desa menjadi lebih sederhana

Data hasil intervensi yang tercatat di eHDW memudahkan penyusunan laporan kegiatan, termasuk laporan stunting dan laporan pertanggungjawaban Dana Desa.

Aplikasi eHDW terbukti menjadi alat penting dalam percepatan pencegahan stunting di desa. Dengan menyediakan data akurat dan mudah diakses, aplikasi ini memungkinkan pemerintah desa untuk:

  • Menangani stunting secara lebih efektif
  • Melaksanakan Rembuk Desa dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Menyusun RKPDes berbasis bukti
  • Mengelola Dana Desa dengan lebih transparan dan tepat sasaran

Pemanfaatan eHDW secara optimal membantu menciptakan desa yang sehat, produktif, dan semakin maju dalam pengelolaan pembangunan manusia.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar